Bisa saja bertentangan sama apa yang ingin kamu lakukan.
Semisal, kamu pengen pindah kost, pengen mutusin pacar kamu, pengen ini, pengen itu.
Yah, klo semua itu kamu hadapi dengan perasaan, gga enak lah sama ini, nanti aku dibilang anak yang tidak patuh.
itu semua muncul bukan karena tidak beralasan. Semua yang kamu lakukan pasti ada alasannya walaupun sulit untuk dikatakan.
Seperti aku sekarang nih. Aku dari dulu pengen banget pindah ke kostan yang baru, karena kostan yang sekarang ini sudah sepi. Temen" yang satu angkatan sudah menyebar ke segala penjuru. Yang ada disini ya.. anak-anak baru. Walaupun ada mereka, tapi menurutku sama aja bo'ong. Kegiatan udah beda, sibuknya juga berbeda, pastinya obrolannya juga berbeda.
Tapi aku belom dapet kost yang sesuai dengan keinginanku. yang aku pengen sih ya gga jauh" fasilitasnya sama yang di kost sekarang. Setelah dapet kostan baru, ak pengen langsung cabut ah dari sini.
Yang kedua, ini agak menyakitkan, khususnya buat orang yang bersangkutan.
Aku sudah tidak ada rasa lagi sama pacarku sekarang. Aku rasa, hubungan kami sudah terlalu dekat, dan aku belum mau hubungan kami sedekat itu.
Aku merasa terjerat dan semakin terikat sehingga aku tidak bisa bergerak bebas.
Aku merasa, aku belum siap untuk lebih dari pacaran. Sepeti ketemu orang tuanya lah, sodara-sodaranya. Aku belum siap!
Dulu dia mengatakan "kita jalani saja dulu". Kalo jalani dulu, otomatis juga semua akan berjalan. lambat laun semua keluarganya tau dengan aku.
Semakin dekat hubungan kekeluargaan. Tapi didalam hatiku, aku tidak menginginkan itu.
Aku masih ingin bersenang-senang, mencari orang yang benar-benar tepat untuk menjadi pendamping hidupku nanti. Tapi hatiku sekarang berkata "TIDAK" untuk dia.
Maaf kan aku, aku tidak bisa meneruskan hubungan ini, ini sudah terlalu berat untuk aku rasakan.
Maafkan aku, diluar sana Allah sudah menyiapkan seseorang yang patut untuk kamu jaga kelak, tapi bukan aku.
i'm sorry ...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar